03 November 2010

ANALISIS KEMISKINAN PEDESAAN (FAKTOR PENYEBAB,PROSES TERJADINYA,DAMPAK DAN SOLUSI) Oleh M. Hata Rudi Susanto CIF 007 051 (Tugas Kuliah)

1. Analisis kemiskinan
Masyarakat pedesaan merupakan masyarakat yang memiliki karakteristik berbeda dengan masyarakat kota. Di pedesaan, budaya/adat istiadat dan gotong royong masih kuat dijalankan. Sedangkan di kota, sudah tidak memiliki lagi budaya dan kerjasama (gotong royong). Perbedaan lain yang bisa kita saksikan adalah sifat individualisme dan heterogenitas pada masyarakat perkotaan yang sangat menonjol. Sebaliknya, masyarakat pedesaan memiliki sifat berkelompok dan homogenitas yang cenderung tinggi.
Kehidupan di pedesaan juga berbeda dengan kehidupan di perkotaan. Masyarakat kota cenderung metropolitan dan gaya hidup modern sedangkan masyarakat pedesaan cenderung tradisional dan kuno.
Dari sekian banyak perbedaan yang bisa kita lihat, terdapat satu hal yang sangat kontras membedakan keduanya, yaitu kemiskinan di pedesaan. Masyarakat pedesan memiliki label miskin karena kehidupan mereka sederhana tanpa fasilitas yang memadai. Pekerjaan mereka sebagian besar sebagai petani dan rata-rata pendidikan mereka jauh dari standar. Masih banyak masyarakat desa yang tidak mampu membaca dan menulis. Selain itu, keterampilan mereka dalam improvisasi dan membangun diri untuk terlepas dari belenggu kemiskinan cenderung lamban, mereka hanya menganggap bahwa kemiskinan yang dialaminya adalah takdir dari sang pencipta.
Dalam analisis kemiskinan ini, saya ingin mencoba menguraikan faktor penyebab, proses terjadinya, dampak dan solusi terhadap kemiskinan yang dialami oleh masyarakat desa Ganti kecamatan Praya Timur kabupaten Lombok Tengah.

2. Faktor penyebab kemiskinan
Desa Ganti memiliki masyarakat yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian. Jika mereka gagal panen maka kita bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Pengetahuan dan keterampilan masyarakat tersebut cenderung minim. Meskipun telah banyak sekolah-sekolah yang di dirikan pemerintah dan swasta untuk meningkatkan SDM, akan tetapi masyarakat masih sedikit yang menyekolahkan anak-anaknya. Mereka beranggapan bahwa sekolah tidak menghasilkan apa-apa dan tidak memberikan mereka makan. Hanya akan menambah beban biaya yang harus ditanggung. Mereka lebih senang jika anak mereka pergi bekeja (harian) untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Hal lain sebagai faktor penyebab kemiskinan di desa ganti adalah terlihat pada keterampilan masyarakatnya. Mereka cenderung tidak memiliki keterampilan lain selain bertani. Jika mereka mengalami gagal panen maka mereka tidak bisa mencari pekerjaan lain. Mereka hanya bergantung pada usaha tani. Bisa kita bayangkan jika itu terjadi, kehidupan mereka akan semakin miskin dan berakhir pada hutang piutang yang membengkak untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Selanjutnya, faktor penyebab terakhir kemiskinan di desa Ganti yang bisa saya amati adalah disebabkan oleh hutang piutang petani (ijon). Ijon merupakan suatu sistem pemberian pinjaman uang kepada petani oleh tengkulak/saudagar/pengusaha dengan perjanjian bahwa uang dikembalikan dalam bentuk lain (hasil pertanian) yang harganya jauh lebih murah. Petani terpaksa harus mengambil ijon untuk menyambung hidupnya meskipun itu sangat merugikan.

3. Proses terjadinya kemiskinan
Kemiskinan masyarakat desa Ganti terjadi melalui beberapa proses. Proses kemiskinan di desa tersebut mulai dari ketidakberdayaan masyarakat. Penyebab ketidakberdayaan tersebut karena pengetahuan dan keterampilan masyarakat masih sangat minim. Minimnya pengetahuan dan keterampilan disebabkan oleh pendidikan formal/non formal cenderung rendah sehingga mengakibatkan kemiskinan berkelanjutan.

4. Dampak kemiskinan
Ada beberapa dampak sebagai akibat dari kemiskinan :
a. Masyarakat miskin harus ditanggulagi supaya kejahatan tidak meningkat.
b. Jika mayarakat miskin tetap dibiarkan miskin maka akan berpengaruh terhadap citra bangsa dimata internasional
c. Kemiskinan berdampak juga pada perekonomian negara kerena negara harus selalu memberikan bantuan terhadap rakyat miskin.

5. Solusi
Ada beberapa solusi yang bisa saya tawarkan untuk memberantas kemiskinan di desa Ganti, antara lain :
a. Pemerintah harus memperbaiki mutu pendidikan rakyatnya dengan merealisasikan pendidikan gratis (benar-benar gratis)
b. Beasiswa untuk pelajar miskin harus diberikan supaya orang tua pelajar tidak merasa berat dalam menyekolahkan anaknya.
c. Pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat tani melalui pendidikan non formal harus diupayakan oleh pemerintah. Tidak hanya pada sektor pertanian saja tetapi dalam kewirausahaan.
d. Masyarakat miskin harus diberikan pinjaman modal usaha tanpa bunga. Tetapi dengan cara tidak langsung diberikan oleh pemerintah melainkan melalui masyarakat setempat yang dipercaya (gapoktan,tokoh agama,tokoh masyarakat), sehingga petani merasa bertanggung jawab untuk mengembalikan modal usahanya.

21 Februari 2010

hatta tugas

TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERKAIT DENGAN PEMBANGUNAN BIOGAS KOTORAN SAPI DI DUSUN SIDE KARYA DESA BATU KUMBUNG KECAMATAN NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Pembangunan Instalasi biogas percontohan di dusun Side Karya desa batu kumbung kecamatan narmada kabupaten Lombok barat adalah kerjasama pemerintah direktorat jendral listrik dan pemanfaatan energi dengan PT Restu Ibu dalam pengadaan dan pemasangan 9 unit biogas. Kesembilan unit biogas ini telah dipasang di Lombok barat kabupaten tanah datar, provinsi sumatera barat, kabupaten boyolali provinsi jawa tengah dan kabupaten bandung provinsi jawa barat.

Instalasi biogas ini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai energi pengganti minyak tanah untuk memasak. Selain memasak, bisa juga digunakan untuk meghidupkan mesin diesel/jenset. Gas yang dihasilkan oleh satu digester mampu menyuplai energi biogas untuk 10 rumah. Dengan adanya instalasi biogas ini masyarakat Side Karya diharapkan tercukupi kebutuhan energi untuk keperluan sehari-hari.

Masyarakat di dusun Side Karya memiliki areal strategis untuk penerapan digester biogas ini. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya ketersediaan sarana prasarana untuk menjalankan pusi biogas. Kotoran sapi dan air bersih adalah dua hal yang penting untuk menciptakan energi biogas. dengan ketersediaanya, instalasi tersebut beroperasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat sampai sekarang.

Di dusun Side Karya terdapat 3 instalasi biogas. ketiga instalasi tersebut tersebar di tiga RT yakni RT 01,03 dan 05. Masing-masing instalasi diperuntukkan untuk 10 rumah yang dekat dengan degister. Dari ketiga instalasi tersebut hanya ada 1 degister yang masih berfungsi dengan baik yakni di RT 03. Sedangkan di RT yang lain sudah hampir tidak berfungsi lagi (setengah berjalan).

Masalah yang menyebabkan adanya degister yang tidak berfungsi dengan baik adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam merawat dan memperbaiki komponen degister yang sudah rusak. Selain itu factor lain sebagai penyebab adalah kurangnya rasa memiliki dalam masyarakat terhadap degister sehingga partisipasi mereka dalam pembangunan pemerintah menjadi hilang dan dampaknya degister diterlantarkan. Hal lain yang terkait dengan masalah tersebut juga pada kepuasan masyarakat. Masyarakat sebagian kecil yang mendapatkan fasilitas biogas dan kebanyakan yang tidak merasakan manfaat dari keberadaan instalasi biogas di dusunnya sendiri. Dengan demikian kecemburuan social akan terjadi dan berdampak pada keberlangsungan dari degister tersebut.

2. Rumusan masalah

Dari uraian pendahuluan yang berisi latar belakang diatas. Kami merumuskan masalah sebagai berikut :

a. Bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan instalasi biogas.

b. Apa pengaruh yang dihasilkan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.

3. Tujuan

Dengan memperhatikan permasalahan tersebut diatas, tujuan dari praktikum ini adalah :

a. Untuk mengetahui sejauh mana tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan instalasi biogas

b. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pembangunan biogas ini terhadap pemenuhan kebutuhan energi masyarakat

4. Kegunaan

Adapun kegunaan dari praktikum ini adalah :

a. Pengetahuan/hasil praktikum ini akan memberikan kontribusi ilmu baru terhadap mahassiswa dalam mengembangkan partisifasi masyarakat

b. Sebagai masukan bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan kebijakan dalam bidang pengadaan energi substitusi terhadap masyarakat desa