TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERKAIT DENGAN PEMBANGUNAN BIOGAS KOTORAN SAPI DI DUSUN SIDE KARYA DESA BATU KUMBUNG KECAMATAN NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Pembangunan Instalasi biogas percontohan di dusun Side Karya desa batu kumbung kecamatan narmada kabupaten Lombok barat adalah kerjasama pemerintah direktorat jendral listrik dan pemanfaatan energi dengan PT Restu Ibu dalam pengadaan dan pemasangan 9 unit biogas. Kesembilan unit biogas ini telah dipasang di Lombok barat kabupaten tanah datar, provinsi sumatera barat, kabupaten boyolali provinsi jawa tengah dan kabupaten bandung provinsi jawa barat.
Instalasi biogas ini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai energi pengganti minyak tanah untuk memasak. Selain memasak, bisa juga digunakan untuk meghidupkan mesin diesel/jenset. Gas yang dihasilkan oleh satu digester mampu menyuplai energi biogas untuk 10 rumah. Dengan adanya instalasi biogas ini masyarakat Side Karya diharapkan tercukupi kebutuhan energi untuk keperluan sehari-hari.
Masyarakat di dusun Side Karya memiliki areal strategis untuk penerapan digester biogas ini. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya ketersediaan sarana prasarana untuk menjalankan pusi biogas. Kotoran sapi dan air bersih adalah dua hal yang penting untuk menciptakan energi biogas. dengan ketersediaanya, instalasi tersebut beroperasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat sampai sekarang.
Di dusun Side Karya terdapat 3 instalasi biogas. ketiga instalasi tersebut tersebar di tiga RT yakni RT 01,03 dan 05. Masing-masing instalasi diperuntukkan untuk 10 rumah yang dekat dengan degister. Dari ketiga instalasi tersebut hanya ada 1 degister yang masih berfungsi dengan baik yakni di RT 03. Sedangkan di RT yang lain sudah hampir tidak berfungsi lagi (setengah berjalan).
Masalah yang menyebabkan adanya degister yang tidak berfungsi dengan baik adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam merawat dan memperbaiki komponen degister yang sudah rusak. Selain itu factor lain sebagai penyebab adalah kurangnya rasa memiliki dalam masyarakat terhadap degister sehingga partisipasi mereka dalam pembangunan pemerintah menjadi hilang dan dampaknya degister diterlantarkan. Hal lain yang terkait dengan masalah tersebut juga pada kepuasan masyarakat. Masyarakat sebagian kecil yang mendapatkan fasilitas biogas dan kebanyakan yang tidak merasakan manfaat dari keberadaan instalasi biogas di dusunnya sendiri. Dengan demikian kecemburuan social akan terjadi dan berdampak pada keberlangsungan dari degister tersebut.
2. Rumusan masalah
Dari uraian pendahuluan yang berisi latar belakang diatas. Kami merumuskan masalah sebagai berikut :
a. Bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan instalasi biogas.
b. Apa pengaruh yang dihasilkan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.
3. Tujuan
Dengan memperhatikan permasalahan tersebut diatas, tujuan dari praktikum ini adalah :
a. Untuk mengetahui sejauh mana tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan instalasi biogas
b. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pembangunan biogas ini terhadap pemenuhan kebutuhan energi masyarakat
4. Kegunaan
Adapun kegunaan dari praktikum ini adalah :
a. Pengetahuan/hasil praktikum ini akan memberikan kontribusi ilmu baru terhadap mahassiswa dalam mengembangkan partisifasi masyarakat
b. Sebagai masukan bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan kebijakan dalam bidang pengadaan energi substitusi terhadap masyarakat desa