28 Maret 2009

Indonesia Kekurangan Pebisnis Produk Pertanian Level Dunia


Indonesia sangat disayangkan hingga kini kekurangan para pebisnis produk pertanian level menengah ke atas termasuk level dunia, dan kecenderungannya yang ada hanya pebisnis level menengah ke bawah sehingga pedagang-pedagang di tingkat duniapun bukan dipegang orang Indonesia hingga akibatnya margin yang diterima kecil.

Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengungkapkan hal itu di Jakarta, pada Press Conference dan Technical Meeting menjelang penyelenggaraan Agrinex Expo 2009 mendatang di Jakarta, yakni sebuah pameran agribisnis yang dikemas dengan kegiatan lain.

Betapa sedihnya kita, kata Menteri Pertanian, ketika mengetahui produk-produk pertanian Indonesia lari ke Singapura dan akhirnya ke negara lain hanya dikarenakan Indonesia kekurangan pebisnis produk pertanian.

Namun pihaknya optimis, Indonesia akan mampu bermain di tingkat regional bahkan suatu saat ke tingkat internasional, dan itu sudah dibuktikan untuk produk perkebunan seperti sawit, karet dan kakao. Karena itu sudah saatnya untuk meningkatkan komoditas yang lain seperti hortikultura, pangan, peternakan sapi, dan untuk menuju ke sana masih membutuhkan upaya keras.

Ia juga mengatakan, dengan potensi yang ada maka Indonesia sangat mungkin untuk bermain di tingkat regional. Potensi sumberdaya alam ada dan potensi yang ada masih bisa ditingkatkan apalagi berbicara masalah perluasan, sebagai contoh, ratusan ribu hektar rawa lebak di Sumatera, Kalimantan belum tergali. “Di kalimantan masih 2 juta hektar yang belum dioptimalkan, belum lagi farm buah-buahan di Merauke yang didorong terus dan sampai kini belum terealisir”, katanya.

Pertanian istilahnya adalah nyawa karena punya SDA dan SDM yang keduanya kadang-kadang tidak dimiliki negara lain. Jepang punya SDM luar biasa tapi SDA terbatas, demikian pula Israel Thailand tapi kenyataan negara-negara tersebut dapat maju, sementara Indonesia punya keduanya sehingga dibilang kufur kalau keduanya tidak bisa dioptimalkan.

Sumber : sinartani.com

2 komentar:

FPUNRAM mengatakan...

sy suka dgn tulisn ini..

Anonim mengatakan...

apa ya.. bingung maslah pertanian..